Jalan Santai Keliling Pulau Maitara Membawa Berkah Bagi Pelaku UMKM
Wali Kota Tidore Muhammad Sinen dan peserta jalan santai keliling Pulau Maitara | Dok. istimewa
Sofifipost, Tidore | Ribuan orang menghadiri kegiatan sehari bersama Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang dikemas dalam apel gabungan jalan santai keliling Pulau Maitara, Sabtu (9/7/2025).
Peserta jalan sehat diarahkan berkumpul di wisata Doe-doe, Desa Maitara Utara, selanjutnya berjalan santai menuju lapangan Desa Maitara Tengah.
Sementara Wali Kota bersama Sekretaris Daerah, Ketua DPRD H. Ade Kama, Wakil Ketua DPRD Asma Ismail dan ribuan peserta jalan santai lainya disambut dengan hangat dan meriah saat melintasi rumah-rumah warga di setiap Desa Pulau Maitara.
Jalan santai dengan mengambil start di lapangan bola kaki Desa Maitara Tengah dan finish di destinasi wisata Akebay, Desa Maitara ini selain menjadi ajang promosi wisata dan memeriahkan HUT Ke 80 Kemerdekaan RI juga memberikan berkah kepada para pelaku Usaha Kecil Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekitar.
Kepala Desa Maitara Tengah, Muhlis Malagapi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan di bawah kepemimpinan Muhammad Sinen dan Ahmad Laiman yang selalu memberikan terobosan berdampak kepada pendapatan masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan jalan sehat ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pulau maitara baik itu di bidang transportasi laut, darat maupun para pelaku usaha UMKM serta ibu-ibu rumah tangga yang mendapatkan pesanan makanan dan lain sebagainya dari seluruh peserta jalan sehat ini,” ujarnya.
Senada, Kepala Desa Maitara, Safrisal Ibrahim mengatakan atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tidore yang memilih Pulau Maitara sebagai tempat untuk dilaksanakan jalan sehat.
“Terima kasih kepada Pak Walikota dan seluruh jajarannya yang telah memilih pulau maitara untuk kegiatan jalan sehat, tentunya kegiatan ini sangat memberikan dampak pendapatan yang meningkat kepada pelaku UMKM, Ibu-ibu rumah tangga maupun jasa transportasi laut dan darat,” ungkapnya.
“Maitara sudah ditetapkan sebagai pulau wisata, sehingga diharapkan kita semua dapat mempromosikan pulau maitara agar lebih dikenal masyarakat luas, semoga dengan adanya kegiatan yang dilakukan hari ini orang-orang bisa lebih kenal maitara dan berkunjung lebih banyak lagi,” sambungnya.
Hamisi, salah satu warga setempat berharap kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sehingga dapat membantu masyarakat dalam perputaran ekonomi yang ada di Pulau Maitara.
“Kegiatan semacam ini dapat dilakukan setiap dua bulan atau tiga bulan sekali, sehingga membantu kami sebagai penjual jajanan maupun kelapa muda di sekitar spot wisata di pulau maitara ini dan bisa mersakan dampak dari setiap kegiatan yang di lakukan disini,” katanya.
Selain itu, sejumlah ibu rumah tangga di Pulau Maitara juga mendapat berkah karena mendapat pesanan makanan dari beberapa OPD.
Seperti disampaikan salah satu pelaku UMKM, Ibu Lin, dengan adanya kegiatan ini pendapatan jualannya semakin meningkat yang awalnya hanya kisaran Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per hari disaat weekend.
“Hari ini belum sampai sehari sudah mendapat Rp 2 juta hingga Rp 3 juta lebih, karena semua peserta memesan makanan kepada kami, dan tidak ada yang membawa makanan dari luar, kegiatan seperti ini sangat luar biasa,” ucapnya.
Hal serupa diungkapkan sejumlah pengendara bentor dan ojek, mereka mengaku pendapatan meningkat hampir 5 kali lipat dalam waktu setengah hari.
Pemilik motor kayu juga kebagian rejeki, biasanya mereka memakai jadwal operasi, tapi pada kegiatan tersebut seluruh motor kayu di Pulau Maitara dikerahkan untuk melayani ribuan orang yang mengunjungi Maitara. **





Tinggalkan Balasan