SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Minggu, 31 Mei 2026

Bupati Sashabila Mus Jadi Irup Upacara Harkitnas 2026

Sofifi Post Redaksi

Bupati Sashabila Mus | Dok. Har

Sofifipost, Taliabu | Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati, Rabu (20/5/2026).

Bupati Taliabu, Sashabila Mus, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam amanat tersebut, Bupati Sashabila menekankan bahwa tantangan bangsa Indonesia saat ini tidak lagi sebatas mempertahankan kedaulatan wilayah secara fisik, tetapi juga menjaga kedaulatan informasi di tengah derasnya arus transformasi digital.

“Di era modern ini, kebangkitan nasional dimaknai sebagai keberanian kolektif untuk keluar dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan teknologi. Tantangan kita bukan hanya menjaga batas negara, tetapi juga memastikan ruang digital tetap sehat dan berdaulat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semangat perjuangan yang dahulu digelorakan organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 kini mengalami pergeseran konteks sesuai perkembangan zaman. Jika dulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, maka saat ini perjuangan diarahkan pada penguasaan teknologi, literasi digital, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, Kebangkitan Nasional merupakan proses yang terus bergerak dinamis dan harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas bangsa.

Dalam amanat itu juga disampaikan berbagai program prioritas pemerintah pusat untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Melalui koperasi desa, masyarakat diharapkan memiliki akses lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Salah satu poin yang paling mendapat perhatian dalam peringatan Harkitnas tahun ini adalah kebijakan perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS.

Bupati Sashabila menegaskan, kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital.

“Pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi. Tujuannya agar anak-anak tumbuh di ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan perkembangan usia mereka,” tegasnya.

Di akhir amanat, Bupati perempuan pertama di Pulau Taliabu itu mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari ASN, akademisi, praktisi, hingga generasi muda di Bumi Hemungsia Sia Dufu untuk kembali menyalakan semangat persatuan dan kebangkitan nasional.

Ia mengingatkan pentingnya menjadikan Asta Cita sebagai arah pembangunan demi menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kebangkitan Nasional adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Berawal dari kesadaran individu, tumbuh menjadi gerakan kolektif, dan bermuara pada kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup