SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Senin, 20 April 2026

DPRD Tidore Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Oba

Pose bersama Ketua DPRD Ade Kama dan Ketua Komisi III Ardiansyah Fauji saat Kunker | Dok. istimewa

Sofifipost, Jakarta | Upaya untuk mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan oleh DPRD Kota Tidore mendapat respon positif dari Direktorat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan (Ditjen Nakes).

Hal itu telihat dari hasil kunjungan kerja Ketua DPRD, Ketua Komisi 3 bersama Sekertaris Dinkes Tidore ke Ditjen Nakes Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Senin (20/1/2025).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh penanggungjawab tenaga kesehatan Zakaria dan penanggungjawab dokter internship dr. Tiurma Arta Sere.

Dalam pertemuan tersebut membicarakan beberapa hal penting terkait tenaga dokter baik tenaga dokter umum maupun dokter gigi di puskesmas-puskesmas khususnya di daratan Oba

Namun, fokus pembahasan mengarah ke tenaga dokter internship program Kemenkes dan penambahan wahana, serta program fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait ambulance laut yang akan ditindaklanjuti ke layanan kesehatan primer dalam waktu dekat.

Ketua DPRD Ade Kama mengatakan, sejak tahun 2021 hingga 2023, penempatan dokter internship di Kota Tidore sebanyak 12 orang, sedang tahun 2024 hanya 11 orang, dimana seluruhnya hanya bisa di tempatkan di tiga wahana yang berpusat di pulau Tidore yakni Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmaa Soasio dan Puskesmas Tomalou.

“Sudah dua tahun terakhir Dinkes mengusulkan penambahan wahana khususnya di 5 puskesmas di OBA, namun hingga kini belum disetujui, sehingga kedatangan kami untuk mengkonfirmasi hal tersebut,” ungkapnya.

Ade mengungkapkan bahwa program dokter internship sangat membantu pelayanan kesehatan di Tidore, namun karena wahana yang tersedia hanya tiga sehingga 12 dokter internship yang ditempatkan di Tidore begitu menumpuk.

“Sehingga kami meminta kiranya ada penambahan wahana di tahun depan agar dokter-dokter internship bisa juga di tempatkan di 2 sampai 3 puskesmas di Oba,” harapnya.

“Kebutuhan di daerah kami masih sangat banyak, karena itu suport dari Kemenkes terkhusus Ditjen Nakes sangat kami butuhkan. Apalagi kalau ke depan tipe RSUD Tidore sudah naik status maka kebutuhan tenaga Nakes akan bertamba, dan kami berharap lewat pertemuan ini, permintaan penambahan wahana dokter internship khususnya di puskesmas-pueskesmas di Oba bisa disetujui sehingga ada pemerataan tenaga dokter internship di wilayah Oba tahun depan,” ssambungnya.

Menanggapi hal itu, Zakaria dan dr. Tiurma Arta Sere mengatakan pihaknya selalu berusaha untuk memenuhi kekurangan dan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.

“Permintaan daerah jika setelah dilakukan penilaian oleh Kemenkes dan layak maka akan ditindaklanjuti segera, misalnya di puskesmas Lifofa tahun ini kami kirim 1 tenaga dokter gigi kesana, tapi memang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh daerah untuk bisa mendapatkan wahana dokter internship,” ujar Tiurma.

Ia menyebut untuk kebutuhan dokter gigi di tiap puskesmas pihaknya bisa penuhi asalkan juga siap alat dan bahan untuk penambal gigi. Oleh karena itu, DPRD harus dorong anggaran untuk memenuhi standar tersebut.

“Untuk ambulance laut bisa dari sini tindaklanjut ke Yankes Primer, kalau mau programnya bisa ke Direktorat Tata Kelolah Pelayanan Kesehatan,” imbuhnya.

Zakaria menambahkan prinsipnya program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dokter lewat pengalamannya sehingga mahir dalam melakukan tindakan-tindakan kesehatan.

Untuk diketahui, tenaga kesehatan dokter umum yang aktif di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 20 orang, dan dokter gigi hanya 5 dokter sementara puskesmas yang tersebar di 8 kecamatan sebanyak 10 unit, karena itu masih sangat membutuhkan penambahan dokter. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup