Desak Megawati Tindak Kader Terkait Dugaan Tambang Bermasalah di Maluku Utara
HIPMI-HALTIM Jakarta saat gelar aksi unjuk rasa | Dok. istimewa
Sofifipost, Jakarta | Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Halmahera Timur (HIPMI-HALTIM Jakarta) mendesak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk segera mengambil sikap tegas terhadap dugaan keterlibatan salah satu kader partai dalam aktivitas pertambangan nikel yang menuai polemik di Maluku Utara.
Desakan ini disampaikan dalam aksi unjuk rasa pada Rabu (4/2/2026), ini menyusul dugaan keterkaitan seorang anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dengan tiga perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Fau dan Pulau Gebe (Halmahera Tengah), serta Halmahera Timur.
Aktivitas pertambangan di wilayah pulau-pulau kecil tersebut dinilai berpotensi melanggar prinsip perlindungan lingkungan, mengancam ekosistem pesisir, serta memicu konflik lahan dengan masyarakat setempat.
Ketua Umum HIPMI-HALTIM Jakarta, Bunari Parangi, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar isu administratif, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat pulau kecil yang ruang hidupnya semakin terdesak oleh ekspansi industri tambang.
“Jika benar ada keterlibatan kader partai, maka DPP PDI Perjuangan harus menunjukkan ketegasan moral dan politik. Jangan sampai partai yang mengusung keberpihakan kepada rakyat justru dikaitkan dengan praktik yang merugikan masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum dan kementerian terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan operasional perusahaan-perusahaan tersebut secara transparan dan akuntabel.
HIPMI-HALTIM Jakarta menyatakan akan terus mengawal isu ini melalui jalur konstitusional serta membuka ruang konsolidasi dengan elemen masyarakat sipil lainnya di tingkat nasional.
“Pulau-pulau kecil bukan ruang kosong untuk dieksploitasi. Di sana ada kehidupan, ada masa depan generasi kami,” tutup Bunari. **





Tinggalkan Balasan