SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Senin, 14 September 2026

Pimpin Rakor Evaluasi Stunting, Wabup Helmi: Optimalkan Intervensi Spesifik dan Sensitif

Sofifi Post Redaksi

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin | Dok. Chezy

Sofifipost, Bacan | Wakil Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Helmi Umar Muchsin memimpin rapat koordinasi evaluasi percepatan penurunan stunting semester I tahun 2026, bertempat di ruang rapat lantai II Kantor Bupati, Selasa (11/8/2026).

Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

Kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi terhadap capaian program selama semester I tahun 2026 sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan program pada semester berikutnya.

Dalam arahannya, Helmi mengatakan, stunting bukan semata mata persoalan kesehatan, stunting adalah persoalan pembangunan manusia dan masa depan daerah. Karena itu, penanganannya tidak dapat dibebankan hanya pada Dinas Kesehatan atau sektor kesehatan saja. Namun, membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah Kecamatan dan Desa, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat serta keluarga.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah berkomitmen untuk menjadikan percepatan stunting sebagai salah satu agenda penting pembangunan daerah. Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kerja yang terencana, terukur, terintegrasi, berbasis data dan berkelanjutan.

“Rapat evaluasi hari ini menjadi sangat penting, karena momentum ini tidak hanya ingin mengetahui berapa capaian yang telah diperolehan selama semester 1 tahun 2026, tetapi yang lebih penting adalah mengetahui apa yang sudah berhasil, apa yang belum berhasil, apa kendalanya dan apa yang harus dilakukan pada semester II,” ungkapnya.

Wabup bilang, agenda pertama yang perlu menjadi perhatian bersama adalah capaian aksi konvergensi percepatan penurunan stunting semester 1 menjadi dasar untuk memperbaiki perencana dan pelaksanaan program pada semester II Tahun  2026.

“Rapat ini juga membahas capaian intervensi spesifik dan persiapan survei kesehatan Indonesia. Intervensi spesifik harus benar – benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan terutama ibu hamil, ibu menyusui, bayi ,balita, remaja putri serta keluarga yang memiliki resiko stunting,” ujarnya.

Wabup mengingatkan, keberhasilan intervensi bukan hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, tapi dari cakupan, ketepatan sasaran, kualitas pelayanan serta perubahan kondisi masyarakat yang menjadi sasaran intervensi.

Ia juga mengajak untuk menjadikan evaluasi semester 1 tahun 2026 ini sebagai komitmen untuk mempercepat langkah, memperkuat kolaborasi dan memastikan tidak ada keluarga dan anak yang terlewatkan dari intervensi.

“Saya berharap pada semester II tahun 2026 kita dapat menunjukan capaian yang lebih baik, bukan hanya dari sisi angka tetapi juga dari sisi kualitas pelayanan dan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda, para Assisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, pengurus Tim Penggerak (TP) PKK, Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), PDAM, RSUD Labuha, Baznas para Camat dan Penyuluh KB se-Halmahera Selatan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup