Wawali Tidore: Persoalan Sampah Butuh Tanggung Jawab Bersama Pemkot dan Warga
Suasana rapat pembahasan penanganan sampah | Dok. istimewa
Sofifipost, Tidore | Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman memimpin rapat pembahasan penanganan sampah, bertempat di ruang rapat Wali Kota, Senin (24/8/2026).
Turut hadir dalam rapat tersebut, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudi Ipaenin, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Sofyan Saraha, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kaban Bapperida, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perindagkop, Kepala Dinas Perhubungan, Direktur Rumah Sakit, Kepala Bagian Pemerintahan, para Camat daratan Tidore dan Lurah se Kecamatan Tidore.
Mengawali arahannya, Ahmad Laiman menyampaikan sampah di kota Tidore Kepulauan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan penanganan terpadu lintas OPD, kecamatan, kelurahan/desa untuk dapat berkolaborasi, menyamakan persepsi dan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat dan semua pihak agar membangun kembali semangat spiritualisme untuk menjaga alam dalam penanganan sampah agar tidak mencemari lingkungan.
“Pengelolaan sampah yang dilakukan sesuai dengan Perda belum tersosialisasi dengan baik. Pemda sudah jauh melangkah dalam hal melakukan regulasi baik Perda maupun instruksi, selama ini kita menganggap sampah tugasnya DLH, jadi sampahnya tinggal ditaruh dan dibuang dimana saja nanti petugas DLHnya yang mengangkut dan membersihkan, nyatanya tidak seperti itu, asas yang ada pada Perda,” ujarnya.
Wawali menegaskan bahwa penanganan sampah tidak hanya mengandalkan pola angkut dan buang. Tetapi diperkuat melalui pendekatan pengurangan, pemilihan dan pengolahan sampah dari sumbernya, terutama melalui rumah tangga, kelurahan/desa, sekolah, pasar dan kawasan publik serta perlu dilakukan optimalisasi armada yang tersedia dan penanganan titik-titik penumpukan sampah yang menjadi prioritas.
Ia berharap kepada setiap Perangkat Daerah dan unsur terkait agar dapat melaksanakan peran sesuai tugas dan kewenangannya, sehingga penanganan sampah tidak menjadi beban DLH saja tetapi menjadi gerakan bersama Pemerintah Daerah Kota Tidore. **





Tinggalkan Balasan