SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Selasa, 21 April 2026

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Bahas Program 100 Hari Kerja Bersama OPD

Sofifi Post Redaksi

Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman | Dok. istimewa

Sofifipost, Tidore | Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman rapat bersama para pimpinan OPD untuk membahas program 100 hari kerja, bertempat di ruang rapat Wali Kota, Rabu (5/3/2025).

Dalam arahannya, Muhammad Sinen mengatakan rapat ini untuk membahas beberapa hal yang berkaitan dengan program seratus hari kerja, yang meliputi pemberlakuan 5 hari kerja menjadi 4 hari kerja, program Tidore satu data, pelaksanaan pasar murah menjadi pasar gratis dan restrukturisasi organisasi.

“Jadi pemberlakuan 4 hari kerja ini, BKPSDM dan Bagian Organisasi siapkan kajian mengenai 5 hari kerja di kantor menjadi 4 hari kerja, dan 1 hari kerjanya dari mana saja, yang terpenting selalu koordinasi dan bisa diselesaikan pekerjaannya tanpa ada masalah. Pemberlakuan 4 hari kerja ini juga diupayakan untuk mendukung Tidore Kota santri,” ujarnya.

“Untuk itu, dnas terkait seperti Dishub, Perindagkop, Satpol PP, BKPSDM, Dinas Pendidikan dan Kesra agar berkoordinasi dengan Kementerian Agama serta organisasi keagamaan, organda, pengelola speedboat serta kapal kayu untuk siapkan skenario pembatasan aktivitas, paling lambat senin pekan depan sudah dilaporkan,” sambungnya.

Muhammad Sinen bilang, Presiden Prabowo melatih kita semua untuk bisa bekerja cepat, tepat dan terukur, maka segera koordinasikan dan laporkan hasilnya di senin pekan depan.

“Gambaran pembatasan aktivitas di hari Jumat itu aktivitas berlangsung mulai pukul 6 pagi dan berhenti sementara di pukul 10 pagi, nanti dilanjutkan lagi setelah selesai sholat Jumat yaitu pukul 2 siang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Sinen juga memerintahkan kepada OPD terkait untuk menyiapkan skema program Tidore satu data, kemudian berkoordinasi terkait pelaksanaan pasar murah menjadi pasar gratis, dan restrukturisasi organisasi.

“Masing-masing Staf Ahli dan Asisten Sekda diberikan tanggungjawab untuk mengawal para OPD dalam koordinasi program tersebut,” pintanya.

Senada, Ahmad Laiman mengatakan program seratus hari kerja bukan saja sekedar formalitas, tetapi juga harus bisa ditunjukkan bahwa itu menjadi sebuah miniatur program terhadap lima tahun kepemimpinan, atau paling tidak ada hal-hal tertentu yang bisa dilihat oleh publik bagaimana arah perjalanan lima tahun kedepan.

“Karena di era sekarang dengan pertumbuhan informasi yang begitu cepat, bahkan suasana kehidupan sosial masyarakat yang juga mengalami lompatan begitu signifikan, maka penting sekali setiap pemimpin atau kepala daerah untuk memberikan sebuah arah yang ada kepastian kepada masyarakat dan daerahnya,” ungkapnya.

Bahkan pada retret kemarin, Ahmad Laiman menyebut beberapa pemikiran atau program yang direncanakan oleh Wali Kota Tidore tak disangka-sangka ternyata sama persis dengan yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan materi kepada para kepala daerah. Arah pemikirannya secara nasional sama, seperti salah satunya membangun gudang untuk menyiapkan sumber daya dari hasil pertanian dan perkebunan.

“Hal ini sudah dipikirkan oleh Wali Kota Tidore dalam kampanyenya kemarin, membangun gudang merupakan hal yang sangat praktis dengan tujuan selain untuk menyiapkan sumber daya dari hasil pertanian, juga untuk memudahkan masyarakat dalam rantai pasar, dan ini jauh sebelumnya sudah terpikirkan oleh Wali Kota kita,” ucapnya.

Ia mengaku bangga atas pemikiran dari Wali Kota Tidore Muhammad Sinen yang berkembang secara nasional.

“Dan wujud kebanggaannya yaitu menjadikan motivasi untuk dapat bekerja dan mengimplementasikannya secara praktis di Kota Tidore Kepulauan, karena program tersebut terkoneksi dengan program pemerintah pusat,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup