SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Selasa, 21 April 2026

Begini Harapan Bupati Aliong Mus di Sidang Klasis ke 46 GPM Sula-Taliabu

Pose bersama di acara sidang klasis ke 46 GPM Sula-Taliabu | Dok. istimewa

Sofifipost, Taliabu | Mewakili Bupati Pulau Taliabu H. Aliong Mus, Asisten I Setda Pulau Taliabu Drs. M Syukur Boroe menghadiri sidang klasis ke 46 yang digelar Gereja Protestan Maluku (GPM) Sula-Taliabu, bertempat di Desa Nunca, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sabtu (22/3/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Sekum GPM Pdt. Sacharias I. Sapulette, Kabag Umum Hasim Fokaaya, Kadis Kominfo Basiludin Lebesi, Kadis Pertanian Septinus Barunggu dan Kasatpol PP Iwan Usia.

Sambutan Bupati Pulau Taliabu yang dibacakan Asisten I Setda Kab Pulau Taliabu Drs. M Syukur Boroe menyampaikan, semoga pada persidangan ke 46 klasis Sula-Taliabu 2025 ini mampu menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan klasis GPM Sula-Taliabu.

“Ini menjadi momentum baik untuk menyatukan misi pelayanan yang dituangkan dalam program dan kegiatan tahun 2025 nanti,” ujarnya.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa GPM saat ini melaksanakan gerakan keluarga menanam, melaut dan memasarkan sebagai salah satu bentuk kepedulian gareja untuk meningkatkan kualitas hidup umat melalui ekonomi dan fenansial yang dilakukan masing-masing jemaat di Maluku dan Maluku Utara,” paparnya.

Syukur bilang, pemerintah daerah akan selalu memberikan dukungan dan dorongan terhadap semua program yang bertujuan untuk kesejahteraan umat.

“Untuk itu, kami juga berharap agar GPM klasis Sula-Taliabu bisa mengajak seluruh jemaat untuk mampu mempraktekkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bersama sebagai mahluk ciptaan Tuhan tanpa membedakan latar belakang apapun termasuk agama,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh jemaat GPM Sula-Taliabu untuk menjadi berkat bagi semua, terutama bagi para pelayan jemaat.

“Pelayanan jemaat kristen perlu dijaga keunikan dan kemurnian pelayanannya yang menjadi esensi berdirinya gareja di tanah Maluku. Diantaranya dengan terus memelihara dan mengorbankan spritual dan kristiani yang ada didalamnya,” pungkasnya. (Fr/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup