SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Jumat, 15 Mei 2026

PSSI Malut Soroti Sistem Pertandingan di Halsel yang Tidak Berkualitas

Sofifi Post Redaksi

Wakil Ketua Umum PSSI Maluku Utara, Hasyim Abdulkarim | Dok. istimewa

Sofifipost, Halsel | Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Maluku Utara menyoroti sitem pertandingan pada turnamen piala Bupati di Kabupaten Halmahera Selatan yang tidak berkualitas.

Wakil Ketua Umum PSSI Maluku Utara, Hasyim Abdulkarim menekankan pentingnya perencanan yang matang dalam sistim pertandingan di Halmahera Selatan. Menurutnya, kemajuan olahraga di daerah ini harus didasarkan pada sistim pertandingan yang jelas.

Hasyim mengungkapkan bahwa sistem pertandingan turnamen Piala Bupati Halmahera Selatan yang pernah digulirkan di masa Bupati mendiang Usman Sidik tidak menggunakan prinsip efektif, efisien dan berkualitas.

Pertama, pertandiang yang melibatkan tim sepak bola pada tingkat desa, pada setiap kecamatan pertandingan digelar yang mengharuskan setiap desa berpartisipasi, kemudian tim yang keluar sebagai juara di tingkat kecamatan selanjutnya mewakili kecamatan untuk berkompetisi antar tim kecematan.

“Dari lamanya waktu mulai dari kompetisi antar tim desa sampai dengan antar tim kecamatan yang membuat kompetisi ini tidak efektif,” ujarnya kepada media ini, Senin (13/10/2025).

Kemudian, tidak efisien karena bola kaki sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki atlit terbanyak dan banyak digandrungi masyarakat sebagai penonton sudah tentu banyak menguras biaya, serta tidak berkualitas karena tim desa yang keluar sebagai juara mewaliki kecamatan bukanlah kumpulan atlit terbaik.

Hasyim menjelaskan bahwa olahraga bukan hanya sekedar aktifitas fisik, tetapi bagian dari membangun bangsa. Ia juga menyoroti empat faktor utama yang menetukan masa depan olahraga, yakni perencanaan jangka panjang, strategi yang tepat, pembinaan prestasi yang berkelanjutan, serta dukungan politik yang kuat dari pemerintah.

“Oleh karena itu, direkomendasikan kepada Pemda atau Bupati Halsel agar merubah sistem pertandingan pada turmamen ini dengan acara di tingkatkan kecamatan digelar pertandingan memperebut piala camat dengan melibatkan tim sepak bola dari setiap desa,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dari gelaran ini dijadikan sebagai ajang seleksi untuk membetuk tim kecamatan, kemudian dipilih atlit/pemain terbaik menjadi bagian dari pemain tim sepak bola untuk memperebutkan Piala Bupati.

“Dengan rekrutmen pemain seperti ini akan membuat pertandiangan berkualitas dan enak untuk ditonton, sistem seperti ini akan mengurangi beban pembiayaan tim,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup