SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Selasa, 21 April 2026

Wabup La Ode Yasir Ajak Teladani Perjuangan Para Pahlawan

Sofifi Post Redaksi

Wabup Pulau Taliabu, Maluku Utara, La Ode Yasir pimpin upacara Hari Pahlawan Nasional | Dok. Har

Sofifipost, Taliabu | Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin (10/11/2025).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Taliabu La Ode Yasir. Meski dilaksanakan di ruangan aula karena hujan deras, namun semangat juang para ASN di lingkup Pemkab Taliabu dan seluruh PPPK tidak surut untuk mengikuti upacara tersebut.

Amanat Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang dibacakan Wabup La Ode Yasir menyampaikan, bahwa hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para Pahlawan bangsa. Pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.

“Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini,” katanya.

“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” sambungnya.

Pose bersama Wabup Taliabu La Ode Yasir dan pimpinan OPD usai upacara Hari Pahlawan Nasional

Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. “Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” tegasnya.

Dikatakan, sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ungkapnya.

Wabup menambahkan, di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian, namun semangatnya tetap sama.

“Membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tandasnya. (Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup