GMKI Tobelo Desak Polisi Tangkap Aktor Intelektual Konflik Banemo – Sibenpopo
Ketua GMKI cabang Tobelo, Fredik Salawangi | Dok. istimewa
Sofifipost, Tobelo | Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tobelo menyatakan sikap tegas terhadap kinerja aparat keamanan, khususnya Polda dan Polres Halmahera Tengah, yang dinilai lambat dalam menangani konflik yang terjadi antara Desa Banemo dan Desa Sibenpopo.
Keterlambatan dalam penanganan konflik tersebut telah berdampak serius, mulai dari meningkatnya eskalasi kekerasan hingga terjadinya kebakaran rumah warga dan bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Situasi ini menunjukkan adanya kegagalan dalam langkah preventif dan respons cepat dari aparat penegak hukum,” ujar Ketua GMKI Cabang Tobelo, Fredik Salawangi, Sabtu (4/4/2026).
Sebagai bentuk keterpanggilan moral dan tanggung jawab sosial, lanjut Fredik, GMKI Cabang Tobelo mendesak Kapolda dan Polres Halmahera Tengah untuk segera:
- Mengusut tuntas akar persoalan konflik antara kedua desa.
- Menangkap dan mengadili aktor intelektual yang diduga menjadi dalang di balik konflik tersebut.
- Menjamin keamanan masyarakat secara menyeluruh agar konflik tidak kembali berulang.
Fredik mengatkan bahwa penyelesaian konflik tidak boleh berhenti pada pendekatan material semata.
“Penggantian rumah warga yang terbakar bukanlah solusi utama. Negara harus hadir untuk menegakkan keadilan dengan mengungkap dan menangkap aktor intelektual di balik konflik ini. Tanpa itu, potensi konflik akan terus berulang,” tegasnya.
GMKI Tobelo menegaskan upaya menggantikan rumah warga yang terbakar bukanlah solusi utama dari persoalan ini.
“Penyelesaian yang bersifat material semata tidak akan menyentuh akar konflik yang sesungguhnya, yang lebih penting adalah mengungkap dan menindak tegas pihak-pihak yang menjadi aktor utama di balik terjadinya konflik tersebut,”
“GMKI Tobelo berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan, demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di tengah masyarakat Halmahera Tengah,” pungkasnya. **





Tinggalkan Balasan