SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Senin, 14 September 2026

Siaga Hadapi Karhutla, Wabup Halsel Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Sinergi Antar Instansi

Sofifi Post Redaksi

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin | Dok. Chezy

Sofifipost, Bacan | Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau 2026. Kesiapan itu ditandai dengan apel gelar pasukan dan peralatan yang digelar di lapangan Kantor Bupati Halsel, Selasa (11/8/2026).

Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Muchsin bertindak sebagai inspektur upacara. Apel tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Halsel Abdillah Kamarullah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam amanatnya, Helmi meminta seluruh unsur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Sebab, luasnya kawasan hutan dan lahan di Halsel membutuhkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini.

“Keberhasilan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi yang solid,” imbuhnya.

Helmi mengatakan, dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, mengancam kesehatan masyarakat, menghambat transportasi udara, serta menimbulkan kerugian besar jika tidak segera ditangani.

Karena itu, ia meminta seluruh unsur memastikan kesiapan personel, kendaraan operasional, peralatan pemadaman, sarana dan prasarana, hingga kebutuhan logistik. Pemetaan kawasan rawan, deteksi dini, serta sistem pelaporan cepat juga diminta diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap titik api atau potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.

Selain kesiapan peralatan, Helmi meminta personel meningkatkan kemampuan melalui simulasi dan latihan penanganan karhutla. Setiap unsur, kata dia, harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar penanganan di lapangan berjalan cepat, terukur, humanis, dan profesional.

Apel kesiapsiagaan melibatkan sejumlah unsur, antara lain TNI, Polri, personel Polisi Militer (Pom), Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.

Kesiapan personel dan peralatan operasional diperiksa melalui apel tersebut sebagai langkah memastikan seluruh unsur siap menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla selama musim kemarau.

Pemkab Halsel juga melibatkan pemerintah Kecamatan dan Desa dalam upaya pencegahan. Para camat dan kepala desa se-Kabupaten Halsel turut mendukung pemantauan wilayah dengan membawa kendaraan masing-masing.

Pelibatan hingga tingkat kecamatan dan desa diharapkan mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik rawan maupun indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.

Helmi menegaskan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat. Edukasi, pengawasan kawasan rawan, deteksi dini, dan respons cepat harus berjalan beriringan.

Melalui apel tersebut, Pemkab Halsel memastikan seluruh unsur terkait berada dalam satu koordinasi menghadapi musim kemarau. Kesiapsiagaan diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas sekaligus menekan dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat, dan perekonomian daerah. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup