SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Senin, 14 September 2026

DLH Tidore Gelar Ekspose Kinerja Pengelolaan Sampah

Sofifi Post Redaksi

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin  | Dok, istimewa

Sofifipost, Tidore | Kota Tidore Kepulauan pernah meraih Piala Adipura sebanyak 10 kali, delapan diantaranya diraih secara berturut-turut pada periode 2009 sampai dengan 2016, kemudian kembali diraih pada 2018, dan terakhir melalui penghargaan Adipura Tahun 2023. Adipura telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Tidore Kepulauan dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan, bahkan telah menjadikan identitas dan kebanggaan daerah ini.

Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin saat membacakan sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan pada pembukaan kegiatan Ekspose Kinerja Pengelolaan Sampah Menuju Adipura yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan di Aula Handayani, Kantor Dinas Pendidikan, Kamis (27/8/2026).

“Pembangunan Kota Tidore Keplerian Tahun 2025 – 2029 diarahkan untuk mewujudkan visi Tidore Kepulauan yang Aman, Nyaman, Ramah Maju dan Berkelanjutan untuk Semua. Visi ini menempatkan pembangunan daerah sebagai upaya menghadirkan kota yang terlindungi dari berbagai risiko, layak huni, bersih, sehat, tertata, inklusif, berbudaya dan berkelanjutan. Terwujudnya visi tersebut salah satunya melalui pengelolaan sampah yang baik,” ungkapnya.

Rudi bilang, kota yang aman dan nyaman tidak mungkin terwujud apabila persoalan sampah tidak dikelola dengan baik. Kota yang ramah untuk semua juga harus menjadi kota yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakatnya dan capaian Adipura tentu merupakan kebanggaan masyarakat Tidore, ini membuktikan bahwa Tidore memiliki pengalaman, kemampuan, dan tradisi dalam membangun kota yang bersih dan tertata.

“Kita juga harus jujur melihat kondisi kita, masih ada wilayah dan lokasi di Kota Tidore Kepulauan yang belum mendapatkan pelayanan persampahan secara optimal. Namun, persoalan ini tidak mungkin diselesaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup seorang diri, karena itu, kami menghimbau kepada para camat dan lurah untuk mengambil peran yang lebih besar, camat dan lurah harus mengetahui kondisi persampahan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan persampahan harus menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Sebab, persampahan adalah tanggung jawab bersama juga merupakan bagian dari upaya menjalankan amanat konstitusi.

“Kegiatan ini harus dijadikan sebagai evaluasi dan perbaikan, peserta diharapkan mengikuti dengan serius dan menindaklanjuti sehingga target 2027 Kota Tidore Kepulauan harus kembali meraih Adipura,” imbuhnhya.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Kepulauan Hj. Nuraen Ismail Dukomalamo, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, Pimpinan OPD terkait, para Camat, Lurah se Pulau Tidore, Pengelola TPS3R, Bank Sampah Induk, Komunitas Lingkungan dan Dunia Usaha. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup