SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Sabtu, 6 Juni 2026

Sanggar Rau Parada, Kumpulkan Puzzle Kebudayaan Melalui Tarian Legu-Legu

Sofifi Post Redaksi

Wawali Tidore Ahmad Laiman | Dok. istimewa

Sofifipost, Tidore | Memiliki hubungan emosional yang erat dengan sanggar seni Rau Parada, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman didaulat memberikan sambutan sesepuh dalam acara pembukaan Art Performance Legu-Legu di halaman Gedung Perpustakaan Daerah, Jumat (30/5/2025).

Dalam sambutannya, Wawali mengungkapkan, sejak dulu, sanggar Rau Parada memiliki konsern pada upaya pelestarian budaya, terutama tarian dan aktivitas seni yang telah diwariskan oleh leluhur.

“Di acara Art Performance Legu-Legu ini, akan menampilkan tarian kolosal legu-legu, yang memiliki nilai seni berdasarkan peninggalan sejarah,” ungkapnya.

Ahmad Laiman mengatakan, nilai sejarah dalam tarian legu-legu digali berdasarkan puzzle atau potongan foto, kemudian dikumpulkan oleh pendahulu sanggar seni Rau Parada untuk dijadikan sebuah cerita yang utuh, puzzle itu berupa foto dan lukisan yang diterbitkan di perpustakaan Leiden di Belanda.

“Sebagiannya lagi tercantum dalam atrefak seni yang didapat dari portugal dan spanyol, dimana ketika kedatangan bangsa spanyol di Tidore, disambut oleh Sultan Tidore dengan menampilkan adat tarian yang namanya legu-lagu, namun gerakan tariannya hanya muncul dalam serpihan gambar saja,” jelasnya.

Berangkat dari hal itu, Wawali bilang, pendiri sanggar seni Rau Parada bersama Maswin M. Rahman mencoba menggali sejarah tarian tersebut, lewat lagu-lagu atau syair kabata untuk coba ditampilkan kembali, sebab yang dipotret hanyalah beberapa penari wanita dengan tangan berlenggang-lenggok.

“Inilah adalah sebuah upaya dari sanggar Rau Parada untuk mengumpulkan puzzle-puzzle kebudayaan tersebut, disematkan satu per satu menjadi cerita budaya yang utuh, dimana tarian legu-legu akhirnya dapat ditampilkan dan dinikmati oleh semua kalangan,” tuturnya.

Wawali berharap, kedepannya agar kegiatan seperti ini dapat bekerjasama dengan seluruh komunitas sanggar yang ada di Kota Tidore Kepulauan, bukan hanya sanggar Rau Parada, yang kebetulan mendapat manfaat atau bantuan dari Kemendikbudristek.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup