SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Minggu, 31 Mei 2026

Harita Nickel Bangun Jembatan Akelamo: Jalur Perdagangan Kawasi dan Soligi Lebih Efisien

Sofifi Post Redaksi

Tampak jembatan Akelamo yang menghubungkan desa Kawasi dan Soligi | Dok. istimewa

Sofifipost, Halsel | Selama puluhan tahun, menyeberangi Sungai Akelamo menjadi tantangan bagi warga Desa Kawasi dan Desa Soligi, Kabupaten Halmahera Selatan. Terutama saat arus deras atau pun cuaca buruk. Kini, isolasi darat tersebut resmi terputus dengan beroperasinya jembatan sungai Akelamo yang telah dibuka sejak awal 2025.

Sebagai sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Obi sekaligus satu-satunya jalan keluar (outlet) air dari Danau Karo, Sungai Akelamo memiliki peran sentral namun menantang. Dulunya, akses pendistribusian hasil produksi perkebunan antara Desa Kawasi dan Desa Soligi harus mengandalkan jembatan ponton (dermaga apung sederhana) yang dioperasikan secara manual dengan daya tampung terbatas.

Kehadiran jembatan sepanjang 105 meter dan lebar 20 meter ini dibangun berkat dukungan Harita Nickel. Infrastruktur ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga diharapkan menjadi urat nadi baru bagi perekonomian warga di pesisir bagian barat dan selatan Pulau Obi.

Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, menceritakan betapa sulitnya mobilitas warga sebelum ada jembatan, terutama bagi petani dan pedagang yang harus membawa hasil bumi.

“Dulu warga harus menyesuaikan arus dan cuaca saat menyeberang. Sekarang akses lebih aman, cepat, dan efisien. Ini juga sangat memudahkan warga untuk menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan,” tuturnya.

Dampak positif serupa dirasakan warga Desa Kawasi. Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, menekankan pentingnya jembatan ini bagi kolaborasi ekonomi antardesa.

“Mari kitorang (kita) atur baik-baik supaya bisa berjualan bersama. Waina (ibu-ibu pedagang) dari Soligi dan Kawasi sekarang bisa bekerja sama karena akses darat sudah terbuka,” ujarnya.

Perubahan infrastruktur yang signifikan juga mendapat sorotan positif dari Perkumpulan Telapak. Mohammad Djufryhard, asesor sosial Perkumpulan Telapak, memvalidasi besarnya manfaat dari infrastruktur yang dibangunkan oleh Harita Nickel ini.

Ia menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Obi pada 2023, di mana dirinya masih harus menyeberang menggunakan jembatan ponton. Namun, saat kembali pada 2025, ia melihat langsung bagaimana jembatan baru ini telah memudahkan akses antardesa serta sangat membantu distribusi hasil pertanian dan perikanan.

“Bagi kami itu nilai tambah yang diberikan oleh perusahaan, terutama dalam aspek infrastruktur yang setiap tahun semakin meningkat,” ungkap Djufryhard. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup