SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Kamis, 11 Juni 2026

Malas Berkantor, Warga Desak Bupati Sashabila Mus Copot Kapus Tabona

Sofifi Post Redaksi

Puskesmas Kecamatan Tabona tampak sepi di jam kerja | Dok. istimewa

Sofifipost, Taliabu |  Kepala Puskesmas Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Nasia Mando, Amd.Kep, diduga kerap tidak berada di tempat tugas pada jam kerja. Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena dinilai mengganggu pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas, Selasa (09/06/2026).

Salah satu warga Desa Tabona, Yahya Nader, menyebut tindakan tidak disiplin aparatur di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa dibiarkan.

Menurutnya, perilaku tersebut bertentangan dengan ketentuan disiplin Aparatur Sipil Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, serta berpotensi menghambat pelayanan publik di sektor kesehatan.

“Ini jelas bentuk pelanggaran disiplin. Kalau kepala puskesmas saja sering tidak hadir saat jam kerja, bagaimana dengan bawahannya. Tentu pelayanan di puskesmas menjadi tidak maksimal dan tidak kondusif,” ungkap Yahya, Selasa (9/6/2026).

Ia juga menilai, seorang kepala puskesmas memiliki tanggung jawab utama dalam memimpin, mengoordinasikan, dan memastikan seluruh layanan kesehatan berjalan dengan baik. Namun, menurutnya, hal tersebut justru diduga diabaikan oleh yang bersangkutan.

“Kepala puskesmas itu seharusnya fokus pada tanggung jawab pelayanan, bukan malah meninggalkan tugas. Ini sudah sangat mengganggu kinerja pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, untuk segera melakukan evaluasi bahkan mencopot jabatan Kepala Puskesmas Tabona apabila dugaan tersebut terbukti benar.

“Kami minta Bupati turun tangan. Kalau memang tidak mampu menjalankan tugas dan tidak sejalan dengan visi-misi daerah di bidang kesehatan, sebaiknya segera dievaluasi atau diganti,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Tabona maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup