Penyaluran BLT DD Desa Wolio Disoal, Setiap KPM Terima Rp150 Ribu
Ilustrasi
Sofifipost, Taliabu | Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) tahap I tahun anggaran 2026 di Desa Wolio, Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu, menuai kontroversi.
Pasalnya, berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari sumber yang dapat dipercaya menyebutkan bahwa para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD terhitung enam bulan ditahap pertama 2026 diduga hanya menerima dana sebesar Rp 150 ribu setiap KPM.
Padahal sesuai Permendes Nomor 16 Tahun 2025 mengatur tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa. Peraturan ini diterbitkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sebagai pedoman resmi bagi pemerintah desa dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa).
Inti kebijakan dari peraturan ini meliputi, fokus penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk penguatan ketahanan iklim, ketahanan pangan, energi, lembaga ekonomi desa, hingga dukungan untuk program sektor prioritas seperti implementasi Koperasi Desa Merah Putih.
Nominal BLT DD tidak bisa dikurangi dari ketetapan dasar yang telah ditentukan. Berdasarkan aturan pemerintah, besaran BLT DD adalah tetap sebesar Rp300 ribu per KPM setiap bulannya.
Alokasi Dana Desa tersebut secara keseluruhan turun dari pemerintah pusat, sehingga kuota penerima BLT DD harus disesuaikan, akan tetapi nominal anggaran penerima BLT tidak bisa dikurangi.
Pj Kades Wolio, Rahmat Khurin mengakui bahwa ada pengurangan nominal BLT sesuai dengan kesepakatan dengan sudah ditetapkan bersama badan musyawarah desa (BPD).
“Jadi dari nominal nilai Rp300 ribu itu tidak bisa dinaikan dengan penerima yang lalu, karena dengan adanya PMK terbaru dan efisensi, sehingga dari nilai Rp300 ribu itu dikurangi menjadi Rp150 ribu setiap KPM,” ujar saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Selasa (9/6/2026).
“Akan tetapi jumlah KPM tidak dikurangi dan masih tetap 28 orang sesuai hasil kesepakatan dengan BPD dan penerima manfaat serta tokoh masyarakat desa Wolio,” singkat Kades. (Har)





Tinggalkan Balasan