SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Jumat, 23 Oktober 2026

Warga Nyaris Diserang OTK Bersenjata Busur Panah di Weda Timur, Polisi Temukan Empat Ranjau Bambu

Sofifi Post Redaksi

Anggota Kepolisian bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan pengecekan lokasi kebun SKE, Dusun III Desa Mesa, menyusul laporan warga terkait kemunculan OTK | Dok. istimewa

Sofifipost, Weda | Tiga warga yang sedang berada di kawasan kebun SKE, Dusun III Desa Mesa, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, nyaris diserang orang tidak dikenal (OTK) yang diduga membawa busur panah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 30 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIT. Ketiga warga masing-masing Erdi Cino (58), Saul Tukur (57), dan Jansen Cino (36), sebelumnya berangkat dari Dusun Mesa II menuju kebun yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman.

Ketiganya berada di kebun untuk memanen kelapa guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat menjelang sore, Jansen melihat seseorang muncul dari arah barat atau kawasan hutan.

Orang tersebut disebut tidak mengenakan pakaian bagian atas, menggunakan kain berwarna merah sebagai penutup kepala, serta kain berwarna cokelat sebagai penutup bagian bawah. Warga juga menyebut orang tersebut memiliki rambut panjang sebatas bahu.

Jansen kemudian memberitahukan keberadaan orang tersebut kepada Erdi dan Saul. Saat menyadari keberadaan ketiga warga, OTK tersebut diduga bergerak mendekati mereka sambil membawa busur panah.

Saul kemudian berteriak keras. Mendengar teriakan tersebut, orang yang diduga OTK itu langsung melarikan diri ke arah barat menuju kawasan hutan. Ketiga warga kemudian memilih meninggalkan lokasi dan kembali ke kampung untuk menyampaikan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan pihak kepolisian.

Petugas bersama warga menemukan sejumlah benda yang diduga merupakan ranjau sederhana berbahan bambu di kawasan kebun SKE. Temuan tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WIT, anggota Pos Polisi Weda Timur bersama pemerintah Desa Kotalo dan sejumlah masyarakat kemudian turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Dalam pemeriksaan di lokasi, warga melaporkan sejumlah barang milik mereka yang diduga telah diambil, yakni dua buah parang dan satu tas samping yang berisi satu unit telepon genggam.

Petugas juga menemukan empat buah benda yang diduga merupakan ranjau sederhana berbahan sejenis bambu di sekitar lokasi.

Kapolres yang membenarkan informasi tersebut mengatakan pihaknya telah bergerak di lapangan untuk mengumpulkan keterangan dan bukti terkait kejadian tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat jangan terpancing atau terprovokasi atas kejadian tersebut. Bila ada kejadian serupa, segera melaporkan ke kepolisian terdekat,” kata Kapolres.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas di kebun agar tidak pergi seorang diri. Warga diminta tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan aparat keamanan apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Hingga saat ini, identitas dan motif orang yang disebut OTK tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup