SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Jumat, 23 Oktober 2026

Kades Acango Buka Suara soal Sapi Berkeliaran di Sasadu Lamo

Sofifi Post Redaksi

Kades Acango Mardia Buchari | Dok. istimewa

Sofifipost, Halbar | Keberadaan sapi yang dibiarkan berkeliaran di kawasan Lapangan Sasadu Lamo, Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), kembali menjadi sorotan setelah seorang ibu rumah tangga bersama anaknya mengalami kecelakaan akibat diadang sekawanan sapi.

Kepala Desa Acango, Mardia Buchari, akhirnya buka suara terkait persoalan tersebut. Kepada media, Rabu (7/10/2026), Mardia mengatakan pihak pemerintah desa telah berulang kali memberikan peringatan dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membiarkan hewan ternak berkeliaran bebas.

“Sapi yang berkeliaran di area tersebut saya sudah sering mengeluarkan surat peringatan maupun imbauan, karena ini mungkin sudah kejadian yang kedua kalinya,” kata Mardia.

Menurutnya, sapi-sapi yang berkeliaran di sekitar Lapangan Sasadu Lamo tersebut bukan milik warga Desa Acango.

Mardia mengaku telah menanyakan persoalan itu kepada sejumlah warga. Dari informasi yang diterimanya, sapi tersebut diduga merupakan milik orang dari luar Desa Acango.

“Saya sudah tanyakan kepada warga masyarakat, namun warga saya juga menyampaikan bahwa sapi itu bukan milik warga Desa Acango, tetapi sapi tersebut milik orang dari luar Desa Acango,” ujarnya.

Ia menduga sapi-sapi tersebut kemungkinan milik para dibo-dibo atau pelaksana kegiatan yang berada di sekitar lokasi. Pasalnya, pihak pemerintah desa tidak mengenal pemilik sapi tersebut dan menduga hewan ternak itu kerap diikat atau dititipkan di kawasan tersebut.

“Kemarin kegiatan seperti HUT RI 17 saya juga perhatikan persoalan itu. Namun sudah berulang kali saya sampaikan. Kalau tidak mampu lagi mengurus, saya tidak tahu langkah yang diambil seperti apa. Yang jelas saya sudah menyampaikan banyak hal, baik itu imbauan maupun peringatan, sudah cukup lama,” imbuhnya.

Mardia juga menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa pemilik sapi tersebut. Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, sapi-sapi itu biasanya dibawa dan diikat di lokasi pada malam hari.

“Kami belum melihat secara langsung saat pemilik sapi mengikatnya di tempat itu, sehingga kami juga tidak mengetahui siapa pemiliknya. Biasanya mereka mengikat sapi pada malam hari,” jelasnya.

Sebelumnya, keberadaan sapi yang berkeliaran di sekitar Lapangan Sasadu Lamo menjadi perhatian setelah seorang ibu rumah tangga, Adolmina Kompo, bersama anaknya mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Keduanya terjatuh setelah diadang sekawanan sapi yang berada di kawasan tersebut.

Persoalan ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pemilik ternak maupun pemerintah terkait, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi dan membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup