SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Jumat, 30 Oktober 2026

Perkuat Sinergi Tekan Inflasi, Sekda Ricky Dorong Empat Langkah Strategis 

Sofifi Post Redaksi

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah | Dok. istimewa

Sofifipost, Maba | Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Maluku Utara, Ricky Chairul Richfat, menegaskan pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada komoditas bawang rica dan tomat (Barito), pemerintah perlu memperhatikan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Hal itu disampaikannya saat mewakili Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara pada Kamis (8/10/2026).

Ricky menegaskan bahwa terdapat empat langkah utama sebagai strategis pengendalian inflasi. Diantaranya, ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

“Kita harus melihat kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Empat langkah ini harus kita lakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan Bupati Halmahera Timur agar HLM TPID ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

“Pemerintah daerah terus berupaya melakukan langkah-langkah konkret untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Halmahera Timur,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menekankan pentingnya sinergi bersama antara pemerintah daerah, BI, pelaku usaha, distributor dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tekanan harga menjelang akhir tahun.

Ia mengungkapkan hingga September 2026 ini inflasi Maluku Utara pada posisi kedua tertinggi secara nasional.

“Maluku Utara tercatat mencapai angka 5,72 persen sehingga ini menjadi perhatian bersama. Harapnya pada triwulan terakhir ini kita dapat bersama-sama mengendalikan inflasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekertaris TPID Halmahera Timur, Muchlis Husin, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan TPID Halmahera Timur, sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, bawang putih dan bawang merah turut mendorong inflasi di daerah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian TPID untuk selanjutnya dilakukan langkah-langkah pengendalian melalui penguatan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta koordinasi dengan para pelaku usaha dan pihak terkait.

Melalui HLM TPID ini, Pemkab Halmahera Timur bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota TPID diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merumuskan langkah konkret pengendalian inflasi, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat dapat terlindungi. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup