SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Jumat, 23 Oktober 2026

Wabup La Ode Yasir Buka Sosialisasi TKA dan Refleksi Rapor Pendidikan

Sofifi Post Redaksi

Wabup La Ode Yasir membuka sosialisasi TKA dan refleksi Rapor Pendidikan bagi jenjang SD dan SMP | Dok. istimewa

Sofifipost, Taliabu | Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan refleksi Rapor Pendidikan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui evaluasi yang sistematis, terukur, dan berbasis data.

Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama yang menentukan masa depan daerah. Menurutnya, kualitas generasi Taliabu di masa mendatang sangat bergantung pada mutu pendidikan yang diberikan saat ini.

“Pembangunan SDM merupakan fondasi paling krusial dalam menentukan masa depan sebuah daerah. Kualitas SDM Taliabu di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana kualitas layanan pendidikan yang kita berikan pada hari ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa evaluasi pendidikan tidak boleh dilakukan sekadar untuk memenuhi kewajiban administratif. Sebaliknya, evaluasi harus menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi persoalan, mengukur capaian, dan merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.

Menurutnya, refleksi Rapor Pendidikan dan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan dua instrumen strategis yang dapat digunakan untuk memetakan mutu pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Pulau Taliabu.

La Ode Yasir menjelaskan bahwa Rapor Pendidikan merupakan instrumen evaluasi komprehensif yang mengintegrasikan berbagai data, mulai dari capaian pembelajaran, mutu proses belajar-mengajar, hingga kondisi lingkungan belajar di setiap satuan pendidikan.

Melalui mekanisme Perencanaan Berbasis Data (PBD), sekolah diharapkan meninggalkan pola penyusunan program yang hanya bertumpu pada asumsi, kemudian beralih pada perencanaan yang didasarkan pada kondisi riil dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak memandang hasil refleksi Rapor Pendidikan sebagai alat untuk menghakimi atau memberikan sanksi atas kekurangan yang ditemukan.

“Saya menegaskan kepada seluruh kepala sekolah, refleksi Rapor Pendidikan bukanlah wadah untuk menghakimi atau memberi sanksi atas kekurangan yang ada. Sebaliknya, Rapor Pendidikan harus dimaknai sebagai cermin objektif yang memotret kondisi riil layanan pendidikan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, indikator yang masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan karakter peserta didik, harus dijadikan dasar dalam menyusun program intervensi, penganggaran, serta kebijakan sekolah yang efektif dan efisien.

Dengan demikian, hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen laporan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam menentukan langkah perbaikan kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Selain refleksi Rapor Pendidikan, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pelaksanaan TKA sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran capaian akademik peserta didik secara objektif dan terstandar.

Menurutnya, data TKA dapat membantu pemerintah daerah dan satuan pendidikan mengetahui tingkat penguasaan materi siswa, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan capaian akademik antarsekolah maupun antarwilayah di Kabupaten Pulau Taliabu.

Informasi tersebut dinilai penting bagi para guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Melalui data TKA yang akurat, kita tidak hanya mengetahui tingkat penguasaan materi siswa, tetapi juga dapat mengidentifikasi kesenjangan capaian akademik antarwilayah dan antarsekolah di Kabupaten Pulau Taliabu,” jelasnya.

Ia berharap pemetaan tersebut dapat menjadi dasar bagi tenaga pendidik untuk memperkuat proses pembelajaran, termasuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Dengan pendekatan tersebut, sekolah diharapkan mampu mengembangkan kemampuan analitis, pemecahan masalah, dan penalaran siswa, bukan hanya berorientasi pada penguasaan materi secara teoritis.

Lebih lanjut, La Ode Yasir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemenuhan sarana dan prasarana, pemerataan akses pendidikan, serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan besarnya alokasi anggaran, tetapi juga oleh komitmen serta peran aktif guru dan tenaga kependidikan di lapangan.

Karena itu, ia meminta jajaran Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, dan kepala sekolah agar menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan langkah konkret di masing-masing satuan pendidikan.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada sosialisasi dan formalitas semata. Hasil refleksi Rapor Pendidikan dan pemetaan TKA harus diterjemahkan menjadi rencana aksi atau action plan yang terukur dan dapat dilaksanakan.

Selain itu, kolaborasi antarguru melalui Komunitas Belajar (Kombel) perlu terus diperkuat guna mendorong pertukaran pengalaman, peningkatan kompetensi, dan pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif.

La Ode Yasir juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, menyenangkan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Pulau Taliabu.

Hematnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan.

“Mari kita bersatu padu, menyamakan persepsi, dan menguatkan sinergi lintas sektor demi mewujudkan pendidikan Pulau Taliabu yang berkualitas dan merata untuk semua,” tutupnya.

Melalui kegiatan sosialisasi TKA dan refleksi Rapor Pendidikan ini, diharapkan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pulau Taliabu semakin mampu memanfaatkan data sebagai dasar evaluasi dan perencanaan, sehingga berbagai program peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup