SofifiPost.ID

Informasi Tanpa Batas

Jumat, 23 Oktober 2026

Imam Besar Masjid Raya Shaffulkhairaat dan Elemen Masyarakat Silaturahmi dengan Kapolda Malut

Sofifi Post Redaksi

Imam Besar Masjid Raya Shaffulkhairaat H. Irwan Tamsoa, Kapolda Malut, Irjen Pol. Arif Budiman dan Wakapolda Brigjen Pol. Slamet Hariyadi | Dok. istimewa

Sofifipost, Sofifi | Imam Besar Masjid Raya Shaffulkhairaat Provinsi Maluku Utara bersama perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), LSM Logaloga Institut, akademisi Universitas Bumi Hijrah (Unibrah), serta Majelis Taklim se-Oba bersilaturahmi dengan Kapolda dan Wakapolda Maluku Utara.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi serta membangun sinergi antara kepolisian, tokoh agama, akademisi, dan elemen masyarakat dalam pembinaan umat serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam pertemuan itu, Imam Besar Masjid Raya Shaffulkhairaat, H. Irwan Tamsoa, menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya Polda Maluku Utara dalam menjaga keamanan, termasuk langkah pengamanan senjata api yang masih berada di tangan masyarakat.

Ia menilai upaya tersebut penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan, terutama yang berkaitan dengan keberadaan senjata api peninggalan masa konflik.

Namun, ia berharap masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata api peninggalan konflik atas dasar kesadaran dapat memperoleh pertimbangan penanganan yang bijaksana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, perlu ada pendekatan yang mempertimbangkan perbedaan antara penyerahan sukarela senjata api peninggalan konflik dan tindakan penyelundupan maupun kepemilikan senjata api tanpa izin. Meski demikian, penanganannya tetap harus mengacu pada peraturan perundang-undangan.

Kapolda Dorong Sinergi Melalui Program Desa Binaan

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., menyambut baik silaturahmi tersebut dan mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan para tokoh agama serta elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kapolda memaparkan sejumlah program yang dapat disinergikan dengan masyarakat, salah satunya Kampung Bina Tangguh.

Melalui program tersebut, setiap Polsek diharapkan memiliki setidaknya satu desa binaan yang mampu menjaga keamanan dan ketertiban secara mandiri. Keberhasilan desa binaan tersebut nantinya diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain.

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan bahwa Polda Maluku Utara telah menjalankan program Subuh Keliling dan Jumat Keliling sebagai upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi bersama tokoh agama.

Ia berharap kedua program tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi yang lebih luas, sehingga pembinaan masyarakat dapat berjalan efektif dan menjangkau berbagai lapisan warga.

Akademisi dan LSM Soroti Literasi serta Kesehatan Remaja

Pose bersama usai silahturahmi

Akademisi Universitas Bumi Hijrah, Ibrahim Jumati, turut menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah kepolisian dalam menjaga keamanan dan membangun hubungan dengan masyarakat.

Ia berharap sinergi yang dibangun dapat membuka ruang partisipasi mahasiswa secara terarah, khususnya dalam kegiatan sosial, edukasi, dan pembinaan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan LSM Logaloga Institut, Pa Dedi, bersama pembina umat, Ustadz Nurkhalis, menyoroti persoalan rendahnya minat baca yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Mereka juga menyampaikan keprihatinan terhadap persoalan penularan HIV yang menurut mereka telah menjangkau kalangan remaja. Karena itu, mereka menilai diperlukan penguatan edukasi, sosialisasi kesehatan, serta kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

MUI Minta Pengawasan Tempat Hiburan Diperkuat

Perwakilan MUI, Ustadz Hamdan Hasan, menyampaikan aspirasi masyarakat terkait aktivitas di sejumlah tempat hiburan malam.

Ia meminta kepolisian mempertimbangkan kembali pelaksanaan razia terhadap tempat karaoke yang dikeluhkan warga dan diduga menjadi lokasi praktik prostitusi. Aspirasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penegakan hukum sesuai prosedur apabila ditemukan pelanggaran.

Ia juga meminta agar kegiatan pesta yang berpotensi mengganggu ketertiban mendapat perhatian dan pengawasan dari aparat keamanan.

Di sisi lain, perwakilan ibu-ibu Majelis Taklim berharap dapat dilibatkan lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Beberapa usulan yang disampaikan antara lain kegiatan buka puasa bersama di Masjid Raya Shaffulkhairaat serta kegiatan kebersamaan lainnya untuk mempererat hubungan antarelemen masyarakat.

Perkuat Kolaborasi Menjaga Maluku Utara Tetap Kondusif

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antara Polda Maluku Utara dengan tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat, dan Majelis Taklim.

Melalui komunikasi yang terbuka serta kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai persoalan sosial dan keamanan diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga mendorong pembinaan umat, peningkatan literasi, edukasi kesehatan, serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Maluku Utara yang aman, damai, dan kondusif. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup