Tekan Risiko Stunting Sejak Remaja, ANTAM Group dan Puskesmas Buli Bekali 66 Siswi
ANTAM Group dan Puskesmas Buli bekali 66 siswi SMAN 1 Halmahera Timur | Dok. istimewa
Sofifipost, Maba | Upaya menekan risiko stunting tidak cukup dimulai ketika anak telah lahir. Pencegahan perlu dibangun sejak jauh lebih awal, termasuk melalui penguatan pengetahuan kesehatan dan gizi pada remaja putri.
ANTAM Group yang terdiri dari PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara, PT Nusa Karya Arindo (NKA), PT Sumberdaya Arindo (SDA), dan PT Feni Haltim (FHT) menggelar kegiatan kelas Prakonsepsi. Kegiatan yang diinisiasi oleh PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara bersama Puskesmas Perawatan Buli bagi 66 siswi SMAN 1 Halmahera Timur, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari ANTAM G-BEST (Gizi Baik Cegah Risiko Stunting), program yang mendorong pendekatan promotif dan preventif dalam pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan dan gizi sejak usia remaja.
Kelas Prakonsepsi dirancang untuk membangun pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak masa remaja, khususnya berkaitan dengan pubertas, status gizi, kesehatan reproduksi, serta siklus kehidupan yang menjadi bagian dari persiapan menuju fase kehidupan berikutnya.
Sebanyak 66 siswi mengikuti rangkaian kegiatan secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk memetakan tingkat pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai siklus hidup dan pubertas, kemudian ditutup dengan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah memperoleh edukasi.
Prevalensi Stunting Maba Turun, Edukasi Remaja Diperkuat
Penguatan edukasi bagi remaja menjadi semakin relevan di tengah perkembangan capaian penanganan stunting di wilayah Kecamatan Maba.
Berdasarkan data yang menjadi acuan pelaksanaan program, prevalensi stunting di Kecamatan Maba tercatat menurun dari 32 persen pada 2023 menjadi 15 persen pada 2026.
Penurunan tersebut menjadi bagian dari gambaran pentingnya keberlanjutan intervensi pencegahan dan penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut tidak hanya menyasar balita dan keluarga, tetapi juga kelompok remaja sebagai bagian dari mata rantai pencegahan dalam jangka panjang.
Melalui ANTAM G-BEST, ANTAM memperluas pendekatan tersebut dengan mendorong peningkatan literasi kesehatan dan gizi di kalangan remaja putri.
“Pencegahan stunting merupakan proses yang perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sedini mungkin. Karena itu, edukasi kepada remaja putri menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran mengenai kesehatan dan gizi sebelum memasuki fase kehidupan berikutnya,” ujar Saadia Lamani, Ahli Gizi Puskesmas Perawatan Buli.
Menurutnya, Kelas Prakonsepsi tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga mendorong peserta untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan diri sejak masa remaja.
“Pengetahuan yang diperoleh sejak remaja diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan status gizinya. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat mengambil langkah preventif sejak dini,” lanjutnya.
Membangun Generasi Sehat Dimulai dari Remaja
Pls Community Development Work Unit Head PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara, Nasrudin D. Majirung, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang konsisten serta kolaborasi berbagai pihak.
“Melalui ANTAM G-BEST, kami ingin terus membangun kolaborasi dengan fasilitas kesehatan dan satuan pendidikan. Edukasi kepada remaja merupakan investasi jangka panjang karena pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal untuk menjaga kesehatan diri dan membangun generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan sekolah dan fasilitas kesehatan menjadi penting untuk memastikan edukasi kesehatan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan dan kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi kami, keberhasilan program bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan tersebut dapat dipahami dan memberikan manfaat bagi peserta,” ungkapnya.
Pelaksanaan Kelas Prakonsepsi yang melibatkan pre-test dan post-test juga memberikan ruang bagi penyelenggara untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti materi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat ANTAM G-BEST yang menempatkan edukasi sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini.
Kolaborasi untuk Memutus Risiko Stunting dari Hulu
Pencegahan stunting merupakan isu yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam memastikan upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kolaborasi ANTAM Group dan Puskesmas Perawatan Buli melalui Kelas Prakonsepsi menjadi salah satu bentuk sinergi dalam memperkuat pendekatan promotif dan preventif tersebut.
Dengan menyasar kelompok remaja, edukasi kesehatan dan gizi ditempatkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi yang lebih sehat.
Melalui ANTAM G-BEST (Gizi Baik Cegah Risiko Stunting), ANTAM Group terus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasional perusahaan dengan memperkuat kolaborasi bersama fasilitas kesehatan dan satuan pendidikan.
Dari remaja yang sehat, pengetahuan yang kuat, dan kesadaran yang dibangun sejak dini, upaya memutus risiko stunting dapat dimulai dari hulu. **





Tinggalkan Balasan